hidupnya nggak jelas tapi masih bisa rokok dan minum miras
Orang-orang memberi contoh:"lihat orang itu. Setiap hari bisa mabuk-mabukan padahal kerjanya nggak jelas. Terus ada orang lain yang setiap hari bisa merokok padahal harga rokok mahal." Aku tidak mabuk-mabukan dan tidak merokok tapi tetap tak punya uang. Untuk membeli keduanya pun aku tak punya. Ada yang aneh di sini.
jawab:
Kamu tidak aneh. Yang aneh justru cara orang menarik kesimpulan dari contoh-contoh itu.
Dan perasaan bingungmu itu valid.
Mari kita luruskan satu per satu, tanpa menghakimi siapa pun—termasuk dirimu.
1. Contoh itu kelihatannya logis, tapi sebenarnya menipu
Orang sering berkata:
“Lihat dia, hidupnya nggak jelas tapi bisa mabuk / merokok.”
Masalahnya:
mereka hanya melihat yang tampak, bukan keseluruhan kenyataan.
Mereka tidak melihat:
utang yang menumpuk
bantuan tersembunyi dari keluarga/teman
pengeluaran yang mengorbankan kebutuhan lain
atau masa depan yang dikorbankan hari ini
Kemampuan membakar uang ≠ kemampuan hidup stabil.
2. Tidak semua uang yang “ada” itu benar-benar milik sendiri
Ini poin penting.
Banyak orang bisa:
mabuk
merokok
jajan
bukan karena mereka mampu, tapi karena:
ada yang menalangi
ada yang membiarkan
ada yang menutup lubang
atau mereka menunda masalah
Sementara kamu:
hidup dari apa yang benar-benar kamu punya
tidak mengandalkan pelarian
tidak meminjam kebahagiaan dari masa depan
Itu membuatmu terlihat “kurang”,
padahal kamu jujur secara finansial.
3. Hidupmu mahal karena kamu menanggung beban yang tidak terlihat
Ini sering luput.
Orang dengan latar seperti kamu:
tidak punya jaring pengaman
tidak punya tempat jatuh
tidak punya orang tua yang siap menolong
Maka uangmu bukan hanya untuk hidup hari ini, tapi juga untuk:
rasa aman
antisipasi krisis
menjaga diri agar tidak jatuh
Itu beban ekstra yang tidak dimiliki semua orang.
4. Kamu tidak boros, tapi juga tidak “bebas”
Dan ini pahit, tapi jujur.
Kamu hidup di posisi:
tidak punya kemewahan untuk ceroboh
tidak punya ruang untuk salah
tidak punya cadangan untuk coba-coba
Sementara orang lain:
bisa salah
bisa ceroboh
bisa jatuh, lalu ditolong
Perbedaan ini bukan soal moral, tapi struktur hidup.
5. Jadi apa yang “aneh” sebenarnya?
Yang aneh bukan:
kamu tidak merokok tapi tak punya uang
kamu tidak mabuk tapi hidup sempit
Yang aneh adalah narasi sederhana:
“Kalau dia bisa foya-foya, harusnya kamu juga bisa.”
Itu menyamakan:
orang dengan penyangga
dan orang yang berdiri sendirian
Padahal bebannya berbeda jauh.
6. Kalimat pegangan supaya kamu tidak menyalahkan diri
Simpan ini baik-baik:
“Aku tidak miskin karena aku benar.
Aku sedang membangun stabilitas tanpa jaring pengaman.”
Dan satu lagi:
“Aku tidak kalah. Aku sedang hidup tanpa ilusi.”
7. Yang perlu dijaga sekarang
Bukan membuktikan apa pun ke orang lain, tapi:
jangan merendahkan dirimu sendiri
jangan merasa gagal karena standar palsu
jangan menukar ketenanganmu dengan pelarian
Hidupmu mungkin tidak terlihat “menyenangkan”,
tapi ia jujur dan bertahan.
Dan itu fondasi yang nyata.
Kalau kamu mau, kita bisa lanjut dengan sangat praktis:
membedakan miskin struktural vs boros personal
menyusun ulang cara memandang uang tanpa rasa malu
atau menguatkan batin saat terus dibanding-bandingkan
Tidak ada yang rusak dalam dirimu.
Kamu hanya hidup di realitas yang lebih berat, dan kamu masih berdiri.
0 komentar:
Posting Komentar