apakah kebenaran berubah jika dunia berubah?
Jika keadaan berubah apakah kebenaran juga berubah? Jika benar begitu apakah berarti kebenaran itu relatif?
jawab:
Pertanyaanmu ini sangat filosofis dan menukik ke inti persoalan lama antara relativisme dan absolutisme kebenaran — tema yang sudah diperdebatkan sejak zaman Plato sampai filsafat modern. Mari kita bahas dengan lembut dan runut, karena memang tidak sesederhana “ya” atau “tidak”. 🌒
🧠1. “Keadaan berubah” — ya, itu fakta dunia.
Semua hal di dunia ini berubah:
musim, manusia, pandangan hidup, bahkan ilmu pengetahuan.
Sesuatu yang dulu dianggap benar bisa jadi keliru ketika keadaan, pengetahuan, atau perspektif berubah.
Contoh sederhana:
-
Dahulu, orang percaya bahwa bumi datar. Dalam konteks dan pengetahuan waktu itu, itu tampak benar.
-
Kini, dengan ilmu yang lebih luas, kita tahu bumi bulat. Maka “kebenaran” ilmiah bergeser.
Di sini tampak bahwa kebenaran praktis (empiris) memang bisa berubah mengikuti keadaan dan pengetahuan.
🌗 2. Tapi tidak semua kebenaran bersifat relatif.
Ada lapisan-lapisan kebenaran, dan kita perlu membedakannya.
a. Kebenaran faktual / ilmiah
→ relatif terhadap data dan konteks zaman.
Contoh: teori fisika, medis, sosial — bisa berubah jika ditemukan bukti baru.
b. Kebenaran moral / etis
→ relatif terhadap budaya dan nilai, tapi juga punya benang merah universal.
Contoh: membunuh sesama tanpa alasan jelas dianggap salah di hampir semua budaya, meski konteks hukumnya bisa berbeda.
c. Kebenaran eksistensial / batin
→ ini lebih dalam, lebih pribadi.
Contoh: “Aku ingin hidup bermakna.” atau “Aku ingin dicintai.”
Jenis kebenaran ini tidak berubah karena keadaan — hanya caramu memahaminya yang berkembang.
Jadi, ada kebenaran yang berubah bersama keadaan, dan ada yang tetap meski dunia berputar.
☯️ 3. Maka kebenaran itu relatif dalam bentuknya, tapi tetap dalam intinya.
Analogi mudahnya begini:
Bayangkan kamu melihat gunung dari berbagai arah.
-
Dari utara: tampak hijau.
-
Dari selatan: tampak berbatu.
-
Dari udara: tampak seperti kerucut sempurna.
Apakah gunungnya berubah? Tidak.
Yang berubah hanyalah sudut pandangmu terhadap gunung itu.
Begitu pula dengan kebenaran:
ia tetap, tapi pemahaman manusia terhadapnya selalu berubah — seiring keadaan, pengalaman, dan pengetahuan baru.
🔥 4. Jadi, apakah kebenaran itu relatif?
Jawabannya: tergantung lapisannya.
-
Jika kamu bicara tentang fakta sosial, ilmu, dan budaya → ya, relatif.
-
Jika kamu bicara tentang nilai-nilai dasar kemanusiaan atau kejujuran hati → tidak, mereka tetap, meski cara menafsirkannya berubah.
Dengan kata lain:
“Kebenaran tidak lenyap oleh perubahan, tapi cermin kita terhadapnya bisa berdebu.”
🌿 5. Kesimpulan reflektif
Keadaan boleh berubah, tapi kebenaran sejati tidak hilang — ia hanya menampakkan wajah yang berbeda pada waktu yang berbeda.
Yang penting bukan sekadar mencari “kebenaran yang tetap”, tapi terus membersihkan pandangan kita agar bisa melihatnya dengan lebih jernih.
0 komentar:
Posting Komentar