berkas-berkas untuk mempelajari hal-hal yang belum diketahui bersama artificial intelligence

BTemplates.com


Sabtu, 02 Agustus 2025

ingin solih tapi istri nggak solihah


 Aku ingin menjadi muslim yang solih dan suami yang baik. Aku ingin membangun keluarga sakinah, mawaddah wa rohmah. Aku ingin punya istri yang solihah supaya bisa membantuku hidup yang syari sehingga bisa mencapai surga bersama. Tapi aku punya istri yang tidak solihah. Dia wanita biasa. Dia tidak perhatian terhadap agama, khususnya islam. Menurutmu bagaimana? Apakah sebaiknya keluarga dan rumah tanggaku aku pertahankan atau aku pisahkan? Apakah sebaiknya aku pertahankan dia atau aku ceraikan kemudian cari ganti yang solihah?

jawab:

Situasi yang Anda hadapi adalah hal yang sangat serius, kompleks, dan menyangkut nilai-nilai agama, keluarga, serta masa depan. Berikut beberapa sudut pandang yang bisa membantu Anda mempertimbangkan keputusan dengan bijaksana:

1. Nilai pernikahan dalam Islam

Pernikahan dalam Islam dipandang sebagai ikatan sakral (mitsaqan ghalizan) dan menjadi sarana mencapai kebahagiaan dunia akhirat—sakinah, mawaddah, wa rahmah. Islam sangat menganjurkan rumah tangga dibangun atas dasar keimanan dan saling membantu dalam kebaikan.

2. Peran suami sebagai pemimpin keluarga

Seorang suami memang diwajibkan memimpin dan menuntun istri serta keluarga menuju kehidupan yang syar’i. Namun, tidak semua orang mendapat pasangan yang langsung sesuai harapannya. Allah menguji tiap hamba dengan situasi berbeda-beda—termasuk melalui pasangan yang mungkin belum “solihah” menurut standar ideal Anda.

3. Memperbaiki, bukan langsung berpisah

Islam menekankan islah (perbaikan) dalam rumah tangga sebelum berpikir soal perceraian. Beberapa langkah yang bisa diikhtiarkan:

  • Memberi contoh nyata kebaikan dan ibadah.

  • Mengajak komunikasi yang baik dan lembut, tanpa menggurui.

  • Saling mendoakan.

  • Mencari momen bersama untuk kegiatan agama, tanpa memaksa.

  • Melibatkan pihak ketiga (orang tua/ustadz/penasehat pernikahan) jika diperlukan.

Perubahan pada pasangan tidak selalu instan. Kadang lingkungan dan teladan bertahap dapat meluluhkan hati dan membangkitkan semangat religius.

4. Perceraian sebagai pilihan terakhir

Perceraian memang halal tetapi sangat dibenci oleh Allah jika tanpa alasan yang syar’i. Perceraian sebaiknya hanya diambil jika:

  • Sudah tidak ada harapan perbaikan.

  • Sudah diusahakan semua jalan, namun rumah tangga justru mendatangkan mudharat besar (misal: tidak ada lagi kasih sayang, saling menyakiti, atau bahkan kekerasan).

  • Kehidupan agama Anda benar-benar terancam rusak karenanya.

Namun, jika istri tetap mau membina rumah tangga secara umum, tidak melakukan dosa besar secara terang-terangan, dan masih mungkin diajak ke arah kebaikan, para ulama lebih menganjurkan untuk tetap bertahan dan terus mendampingi, sembari berdoa dan berusaha.

5. Jangan berhenti berdoa dan berikhtiar

Perubahan hati manusia itu kuasa Allah. Banyak kisah istri/suami yang awalnya biasa saja atau jauh dari agama, akhirnya berubah menjadi lebih baik karena kesabaran dan keteladanan pasangannya.

6. Refleksi dan introspeksi

Terkadang, introspeksi sikap dan cara menyampaikan keinginan kepada istri bisa berpengaruh besar. Jangan lupa juga bahwa setiap orang punya proses hidup masing-masing. Sampaikan harapan dengan penuh kasih sayang, bukan tuntutan atau tekanan.

Kesabaran dan kelembutan seringkali menjadi kunci perubahan yang besar dalam hubungan rumah tangga.

Kesimpulan

Sebaiknya:

  • Pertahankan dan upayakan perbaikan rumah tangga dengan sabar dan penuh hikmah.

  • Gunakan perceraian hanya sebagai jalan terakhir setelah segala usaha—islah, komunikasi, do’a—telah ditempuh dan benar-benar mustahil ada perubahan positif.

  • Berdoalah pada Allah, mohon petunjuk mana yang terbaik bagi dunia dan akhirat Anda dan keluarga. Dalam Al-Qur'an, diminta untuk “beristikhārah” dalam urusan besar seperti ini.

Jika ingin berdiskusi lebih personal atau mencari tips komunikasi/strategi mendampingi pasangan yang belum “solihah”, saya siap membantu.

0 komentar:

Posting Komentar