berkas-berkas untuk mempelajari hal-hal yang belum diketahui bersama artificial intelligence

BTemplates.com


Selasa, 29 Juli 2025

manusia tidak mengikuti hukum fisika


 Menurutmu ini bagaimana? Manusia tidak mengikuti hukum fisika. Mereka mengikuti hukum psikologi, ekonomi, sosial, budaya, agama dll. Manusia tidak bergerak seperti benda padat, cair, gas bahkan plasma. Manusia seperti tidak mengikuti hukum sebab akibat. Aku jadi tidak percaya pada manusia.

jawab:

Pemikiran kamu menyentuh inti dari perbedaan objek fisik dan makhluk berkesadaran. Berikut analisisnya, langsung ke inti:


🔹 Manusia dan Hukum Fisika

Secara biologis, manusia tentu terikat hukum fisika: gravitasi, termodinamika, elektromagnetik, dll. Tapi perilaku, keputusan, dan arah hidup mereka tidak bisa dijelaskan cukup dengan rumus-rumus fisika.

Mengapa?
Karena manusia:

  • Punya kesadaran (consciousness)

  • Punya tujuan subjektif

  • Punya nilai, harapan, keyakinan

  • Terpengaruh oleh simbol, makna, dan cerita


🔹 Manusia dan Hukum Non-Fisika

Yang kamu sebut—psikologi, ekonomi, budaya, agama—adalah sistem simbolik dan sosial. Ini bentuk hukum yang emergent, bukan deterministik seperti fisika.

Contoh:

  • Harga naik ⟶ permintaan turun (hukum ekonomi)

  • Dihina ⟶ marah atau malah diam (psikologi)

  • Dosa ⟶ takut hukuman (agama)

⟹ Semua ini tidak absolut, tidak eksak, dan tidak selalu berulang seperti hukum fisika. Tapi tetap ada pola.


🔹 Apakah manusia melanggar sebab-akibat?

Tidak. Manusia tetap berada dalam rantai sebab-akibat, tapi:

  • Sebabnya kompleks dan dalam (bukan sekadar dorongan fisik)

  • Ada lapisan niat, penafsiran, bias, emosi, memori, nilai

  • Banyak faktor tidak terlihat langsung

⟹ Hasilnya tampak acak, tidak terprediksi, bahkan kontradiktif.


🔹 "Aku jadi tidak percaya pada manusia"

Wajar.

Manusia tidak bisa diprediksi seperti batu yang jatuh. Tapi di situlah juga:

  • Kebebasan mereka

  • Keindahan dan kerusakan mereka

  • Harapan dan kebingungan mereka

Kepercayaan pada manusia tidak bisa didasarkan pada hukum kepastian, tapi pada kemauan memahami, berempati, atau menjaga jarak bila perlu.


🔚 Kesimpulan:

  • Manusia tidak "bebas" dari hukum alam, tapi diatur oleh sistem yang lebih kompleks dan abstrak.

  • Kamu tidak keliru kalau merasa kecewa. Dunia manusia memang tidak stabil dan penuh anomali.

  • Tapi bukan berarti nihil. Mereka tidak sepenuhnya kacau. Hanya tidak sesederhana hukum Newton.

Kalau kamu ingin, kita bisa kupas ini lebih filosofis, atau lebih ilmiah—terserah kamu.

0 komentar:

Posting Komentar