penerapan selesaikan apa yang sudah kamu lakukan
menurutmu ini bagaimana? ada nasehat yang aku ikuti, yaitu "selesaikan apa yang sudah kamu mulai!" masalah timbul ketika ada banyak hal yang datang atau aku harus menyelesaikan semuanya. misalnya aku sedang nonton film kemudian disuruh orang tua. kalau mengikuti nasehat itu aku harus menyelesaikan nonton film dulu sampai selesai baru membantu orang tua, tapi sepertinya kurang tepat. bagaimana menurutmu?
jawab:
Nasehat "selesaikan apa yang sudah kamu mulai" memang bisa sangat berguna, tetapi seperti banyak nasehat lainnya, konteks adalah kunci. Dalam situasi yang kamu sebutkan, penting untuk menyeimbangkan antara menyelesaikan apa yang kamu mulai dan memenuhi tanggung jawab terhadap orang lain.
Satu pendekatan yang bisa kamu coba adalah menentukan prioritas. Dalam contoh kamu, jika orang tua memerlukan bantuan segera, mungkin sebaiknya kamu membantu mereka terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan film yang belum selesai. Ini juga menunjukkan bahwa kamu menghargai hubungan dan tanggung jawab terhadap orang lain, selain hanya fokus pada apa yang kamu mulai.
Ketika menghadapi banyak hal yang harus dilakukan, cobalah untuk membuat daftar prioritas. Tanyakan pada dirimu sendiri, mana yang lebih mendesak atau penting saat itu. Dengan cara ini, kamu bisa lebih mudah menentukan apa yang harus kamu selesaikan terlebih dahulu tanpa merasa terbebani. Ingat, fleksibilitas juga penting dalam hidup. Sesekali, mengubah rencana demi keperluan lain adalah hal yang wajar dan seharusnya tidak membuatmu merasa bersalah.
aku:
apakah berarti nasehat "menyelesaikan apa yang sudah dimulai" itu tidak mutlak? kalau tidak mutlak aku khawatir aku tidak perlu melakukannya. jika tidak melakukannya maka akan banyak pekerjaan rumah ataupun kantor yang tidak selesai.
jawab:
Nasehat "selesaikan apa yang sudah dimulai" memang tidak mutlak dan bisa bervariasi maknanya tergantung pada situasinya. Hal ini bukan berarti kamu harus mengabaikan prioritas atau tanggung jawabmu, tetapi lebih kepada menemukan keseimbangan antara menyelesaikan tugas dan memenuhi kebutuhan lainnya.
Berikut beberapa poin yang mungkin bisa membantu kamu dalam menerapkan nasehat ini dengan lebih efektif:
1. **Tentukan Prioritas**: Identifikasi mana yang lebih mendesak dan penting pada saat tertentu. Dengan cara ini, kamu bisa memutuskan apakah melanjutkan tugas yang sedang kamu lakukan atau berpindah untuk menyelesaikan yang lebih mendesak.
2. **Buat Rencana**: Rencanakan waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada. Misalnya, kamu bisa membuat jadwal harian atau mingguan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah atau tugas kantor, dan juga waktu untuk bersantai seperti menonton film.
3. **Fleksibilitas**: Penting untuk bersikap fleksibel. Terkadang, hal-hal yang tidak terduga akan muncul, dan kamu perlu menyesuaikan rencanamu. It’s okay untuk mengubah prioritas sesekali.
4. **Self-awareness**: Kenali dirimu sendiri dan bagaimana kamu bekerja. Jika kamu merasa lebih produktif saat menyelesaikan satu tugas setelah tugas lainnya, sesuaikan cara kerjamu. Namun, jika kamu menyadari bahwa hanya menyelesaikan tugas yang kamu mulai membuatmu kewalahan atau menumpuk pekerjaan, pertimbangkan kembali pendekatan tersebut.
5. **Komitmen**: Jika kamu merasa berkomitmen untuk menyelesaikan sesuatu, usahakan untuk melakukannya sampai selesai, tetapi juga ingat bahwa komitmen kepada orang lain dan diri sendiri sama pentingnya.
Dengan pendekatan tersebut, kamu masih bisa menjalankan nasehat "menyelesaikan apa yang sudah dimulai" dengan cara yang lebih realistis dan seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Ingatlah bahwa menyelesaikan semua tugas bukanlah tujuan yang harus dicapai dalam satu waktu, tetapi adalah proses yang terus berjalan.
0 komentar:
Posting Komentar